Arsitek Bagi Manusia

Setiap manusia adalah arsitek dari masa depannya sendiri –Sallust

Keep Moving Forward

Jangan terlalu bergantung pada orang lain. faktanya kamu lebih kuat dari apa yg kamu pikirkan, hanya kamu tidak mempercayainya

Rendah Hati

Instropeksi terhadap diri sendiri itu memang perlu, tapi tak harus menyalahkan diri sendiri,maafkanlah diri sendiri dan merubahnya untuk menjadi lebih baik

Rendah Hati, bukan Rendah Diri

Jangan jadi orang yang congkak. Pastikanlah bahwa kepala Anda tidak lebih tinggi dari topi Anda.

Kesuksesan Ada Ditangan Saya

Meter demi meter kesuksesan itu sulit, tetapi senti demi senti kesuksesan itu dapat diraih dan sangat mudah :D

Tampilkan postingan dengan label arsitek pedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arsitek pedia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

10 Warna Cat Dinding yang Dapat Memperlihatkan Kepribadian Anda




Bagaimana menilai kepribadian pemilik rumah melalui pemilihan warna cat dinding dekoratif pada interior ruangan.
Mengganti cat dinding Anda merupakan salah satu cara yang termudah dan termurah untuk mendapatkan penampilan yang fresh dan baru bagi ruangan Anda. Ketika Anda berencana mengganti cat dinding Anda dengan warna cat yang baru, tentu perlu diketahui warna apa yang sesuai dengan karakter Anda. Pilihan warna cat dinding bisa menentukan sisi psikologis dari pemiliknya yang mungkin akan memberi kesan berbeda pada setiap orang yang melihat.
Berikut ini beberapa warna cat dinding beserta kemungkinan karakter kepribadian pemilik ruangan tersebut.
1. Merah
Sudah menjadi hal yang umum bahwa merah kerap diidentikan dengan semangat yang menggebu-gebu. Orang-orang yang menghiasi dinding rumah mereka, baik itu untuk dinding kamar, ruang , ruang kerja, tamu, dapur, maupun bagian lain menandakan bahwa orang tersebut selalu bersikap optimistik, tidak suka terikat dalam hal yang kaku, dan sangat bersemangat dalam melakukan segala hal.
2. Biru
Apakah Anda penyuka warna biru? Seseorang yang sangat identik dengan warna biru memiliki kepribadian yang cenderung kalem, mudah merasa empati, dan cenderung stabil dalam emosi dan kehidupannya. Biru juga dapat menjadi simbol dari langit sekaligus air, maka dari itu tidak heran bila seseorang yang menyukai warna biru cenderung memiliki sifat yang tenang dan damai.
Gambar Desain Interior Ruang Kerja Dengan Aksesn Warna Hijau
3. Hijau
Hijau melambangkan sesuatu yang damai dan asri. Hijau identik dengan warna alam. Bila Anda cenderung mengaplikasikan warna cat dinding hijau untuk dekorasi ruangan Anda, Anda termasuk seseorang yang mencintai keseimbangan dan keteraturan dalam kehidupan. Anda kurang menyukai hal-hal yang bersifat berantakan, semrawut, dan kurang teratur.
4. Kuning
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar warna kuning? Tentu kata cerah, ceria, dan bersemangat terbentang dalam pikiran Anda. Benar sekali, kuning sangat identik dengan sifat-sifat itu. Kuning sering ididentikan dengan matahari sehingga sesorang yang menyukai kuning cenderung memiliki sifat seperti matahari yang selalu cerah, hangat, dan penuh semangat. Namun, ada pendapat lain yang menganggap bahwa kuning memiliki makna yang jauh lebih filosofis. Penyuka kuning cenderung memiliki intelektual yang tinggi, berjiwa petualang, dan mencintai kebebasan.
5. Ungu
Banyak sekali benda-benda di sekitar kita yang berwarna ungu secara natural. Ada bunga lavender, terong, anggrek, dan sebagainya yang kesemuanya itu sangat identik dengan warna ungu. Ketika warna ini diaplikasikan pada cat dinding dekoratif ruangan Anda, warna ini bisa melambangkan sesuatu yang indah dan anggun pada pemiliknya. Selain itu, penyuka ungu cenderung misterius dan dramatis, perpaduan kepribadian yang dapat mengundang rasa ingin tahu yang besar.
Desain Interior Ruang Makan Yang Didominasi Oleh Warna Hitam
6. Hitam
Hitam mungkin warna yang sering kita jumpai pada dekorasi interior maupun eksterior rumah, tapi tidak untuk cat dinding. Hitam memberi kesan gelap dan sempit pada ruangan. Selain itu, hitam juga dapat memberi kesan bahwa pemiliknya menyukai hal-hal ekstrim. Namun bila warna ini diaplikasikan hanya sebagai ornamen, tentu akan menghasilkan sesuatu yang manis dan berkelas. Seseorang yang menyukai warna hitam pada dinding ruangannya cenderung misterius dan tidak suka mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terang-terangan.
Desain Interior Dapur dan Ruang Makan Dengan Dominasi Warna Putih
7. Putih
Putih adalah warna yang sangat kerap kita jumpai di rumah-rumah. Selain memberi kesan luas dan terang pada ruangan, warna putih juga lebih terkesan simple, minimalis, sederhana, dan netral. Cat dinding berwarna putih cocok dipadu-padankan dengan furnitur macam apapun. Di balik itu, warna putih juga dapat mengisyaratkan bahwa si pemilik rumah memiliki kepribadian yang sederhana dan apa adanya.
8. Oranye
Apakah Anda sudah mengecat ruang kerja Anda dengan warna oranye? Jika belum, mungkin Anda patut mencobanya. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa warna oranye dapat mempengaruhi mood dan menambah semangat Anda untuk bekerja. Oranye mealmbangkan gairah hidup dan keceriaan. Seseorang yang menyukai oranye dan mengaplikasikannya pada cat dinding dekoratif ruangan cenderung berkepribadian supel, luwes, mudah bergaul dengan siapa saja, mudah beradaptasi, dan senang menjadi pusat perhatian.
9. Pink/ Merah Muda
Ketika menyebut kata pink atau merah muda, mungkin terbesit dalam pikiran Anda bahwa warna ini hanya cocok untuk perempuan atau gadis remaja saja. Hal ini karena masih adanya anggapan di masyarakat bahwa pink adalah warna perempuan sehingga laki-laki yang menggunakan warna pink tidaklah sesuai dalam nilai-nilai di masyrakat kita. Warna ini pada dasarnya melambangkan cinta dan kasih sayang. Penyuka warna ini cenderung memiliki sifat penyanyang, lembut, dan karismatik.
Desain Interior Kamar Mandi Dengan Dominasi Warna Coklat Pada Lantai
10. Coklat
Warna coklat muda mungkin lebih sering kita jumpai ketimbang coklat gelap. Warna coklat pada dinding dapat memberi kesan manis dan elegan. Tetapi, warna coklat bisa sedikit memberi kesan kurang baik pada pemiliknya. Hal ini karena penyuka warna coklat sering dianggap keras kepala. Meski demikian, si penyuka coklat mungkin senang pada keteraturan dan kestabilan serta suka menjadi andalan untuk orang-orang disekitarnya. Bila Anda berkeinginan untuk mendekorasi cat dinding dengan warna coklat, usahakan untuk memberi aksen dengan warna lain agar tidak terkesan monoton.

source : architectaria.com

Selasa, 21 Mei 2013

Antara Arsitektur Modern dan Post Modern



ARSITEKTUR MODERN
Sepanjang sejarah manusia, Arsitektur hanya mengalami satu kali perubahan yang mendasar, yaitu di saat hadirnya Arsitektur Modern
. Sampai dengan masa Neo-klasik abad ke-19, Arsitektur dianggap sebagai pengetahuan kesenian, yaitu seni bangunan. Artinya Arsitektur dianggap sebagai suatu ‘olah rasa’ yang dibuat berdasarkan perasaan sebagai sumber idenya dan tidak ada rumusnya.
Merintis Modern
Di pertengahan abad ke-18, tahun 1750-an di Perancis, muncul orang-orang yang berambisi untuk menghasilkan Arsitektur dengan menggunakan akal dan idenya sebagai sumber idenya, bukan seni dengan perasaan.
Beberapa nama tersebut adalah :
  1. Boulle
  2. Blondel,
  3. Quatremere de Quincy
    (Tipologi misalnya, dimunculkan pertama kali pada abad ke-18 oleh Quatremere de Quincy.)
Bagi mereka ini, Arsitektur adalah olah pikir, bukan olah seni. Bagi dunia Arsitektur, apa yang dilakukan oleh orang-orang Perancis ini adalah sebuah reformasi, perubahan. tak ayal lagi, sejarah menobatkan orang-orang ini sebagai the first Modern
. Dengan demikian, dapat saj dikatakan bahwa Arsitektur Modern
ini sudah hadir pada abad ke-18 bukan abad ke-20. Tetapi, yang dimaksud Arsitektur Modern
bukan karya Arsitektur, bukan bangunan atau gedung tapi adalah ide, gagasan, pikiran atau pengetahuan dasar tentang Arsitektur. Oleh sebab itu seringkali dikatakan bahwa pikiran-pikiran dasar/pokok mengenai Arsitektur Modern
telah dimunculkan di abad ke-18.
Pikiran-pikiran dasar yang baru tadi, baru mendapat kesempatan untuk direalisasikan pada pertengahan abad 19, karena beberapa hal :
1.  Di pertengahan abad 19 itu secara resmi pendidikan Arsitektur telah terbagi menjadi dua yaitu :
Ecole des Beaux Arts – yang mengajarkan Arsitektur sebagai kesenian
Ecole Polytechnique  – yang mengajarkan Arsitektur sebagai ilmu teknik sipil
2.  Munculnya industri bahan bangunan, yang mampu menghasilkan keseragaman ukuran dan kecepatan membangun. Kedua hal ini menjadi faktor yang sangat mendorong percepatan dari Arsitektur Modern
tersebut.
Tahun 1851 di Inggris, diselenggarakan sebuah Expo , dimana gedung utamanya adalah rancangan dari seorang ahli botani. Gedung tersebut dikenal sebagai “Crystal Palace” karya Joseph Paxton yang oleh sejarah Arsitektur dinyatakan sebagai karya Arsitektur Modern
yang pertama, karena dalam perwujudannya mampui memperlihatkan keberadan dari Arsitektur yang mendominasikan unsur space sebagai. Sebelumnya, form merupakan unsur utama perancangan Arsitektur
Eiffel Tower karya Gustav Eiffel, seorang insinyur sipil.
Kesimpulan:
Ide tahun 1750: ide tentang Arsitektur adalah ‘olah pikir’ dan bukan ‘olah rasa’
Ide tahun 1851: ide tebtang Arsitektur adalah permainan ‘ruang’ dan bukan ‘bentuk’
Modern
Periode 1890 – 1930
Mulai tahun 1890-an sampai dengan 1930-an, terjadi sejumlah pertentangan dalam dunia Arsitektur yang ditunjukkan melalui munculnya berbagai eksperimen yang dilekukan oleh perorangan maupun oleh kelompok, Eksperimen tersebut, kalau diungkapkan sebagai sebuah pertentangan akan dapat dikatakan sebagai berikut ini.
Arsitektur sebagai art vs Arsitektur sebagai science
Arsitektur sebagai form vs Arsitektur sebagai space
rsitektur sebagai craft vs Arsitektur sebagai assembly
Arsitektur sebagai karya manual vs Arsitektur sebagai karya machinal
Ya, Dibutuhkan 40 tahun untuk mengubah Arsitektur menjadi sekarang apa yang dikenal sebagai Arsitektur Modern
. Antara 1890-1930 muncul berbagai macam pergerakan: art and craft, art noveau, ekspresionisme, Bauhaus, Amsterdam School, Rotterdam School, dll.
Periode 40 tahun itu merupakan puncak sekaligus titik awal dari Arsitektur Modern
.
Periode 1950-1960an
Dalam sejarah Arsitektur, berakhirnya Perang Dunia II membawa perjalanan Arsitektur dapat dibaca dari dua sisi yang saling berlawanan yakni:
a.  Bagi mereka yang berpihak pada Teknologi dan Industrialisasi, tahun 1950-an dikatakan sebagai titik puncak kejayaan Arsitektur Modern
b.  Bagi mereka yang menempatkan Arsitektur sebagai karya yang estetik dan artistik, tahun 1950-an dilihat sebagai titik awal kemerosotan Arsitektur Modern
Mengapa tahun 50-an dikatakan sebagai puncak Arsitektur Modern
(banyak dianut oleh pengikut Arsitektur merupakan kerja ilmu dan teknologi)?
a.  Karena tahun 50-an, segenap filosofi dan prinsip Arsitektur sebagai ilmu telah dapat diformulasikan dengan sempurna dari ide sampai dengan realisasinya: bangunan kotak dan geometris murni, Platonic solid, menjadi ekspresi yang pas bagi Arsitektur sebagai ilmu, karena dalam ilmu, yang disebut bentuk jikalau memenuhi aturan-aturan geometri, mis : lingkaran, bujursangkar, segitiga ( 2 matra/Dimensi ) dan bola, piramid, kubus ( 3 matra/Dimensi ).
b. Karya-karya Arsitektur mampu dan sangat sempurna untuk mengekspresikan space/ruang (ciri utama ruang adalah: ada tapi tidak dapat dilihat ) yang diwakili oleh kaca lebar dan bidang-bidang polos (Kaca adalah elemen ruang yang sangat tepat untuk mewakili ruang, karena kaca juga memiliki ciri `ada tapi tak terlihat’. Bidang polos pun dianggap sebagai pengekspresi ruang).
c.  Faktor lain yang mendukung Arsitektur Modern
pd tahun 50-an: Mass Production.
Dengan produksi massal bahan bangunan oleh pabrik, terjadi 2 akibat:
Kecepatan membangun, dlm waktu singkat dapat menghasilkan bangunan.
Hal ini penting karena pada tahun 1945, Eropa sudah hancur akibat Perang Dunia.
Bahan bangunan dapat menembus batas budaya dan geografis, sehingga Arsitektur menjadi Internasional dan bangunan-bangunan di dunia menjadi seragam.
Dengan kata lain, Arsitektur menjadi sangat demokratis.
Mengapa tahun 50-an dikatakan sebagai kegagalan/ kemerosotan Arsitektur Modern
(banyak dianut oleh pengikut Arsitektur merupakan kerja seni dan estetika)?
Karena Arsitektur telah kehilangan identitas/ ciri individual perancangnya. Tahun-tahun itu, nama yang dikenal orang adalah nama biro-biro Arsitektur, bukan arsiteknya.
Walaupun Arsitektur menjadi sangat demokratis, dalam masyarakat tidak bisa dihilangkan adanya hirarki atau kelas-kelas. Maka kata-kata demokratis itu sama saja bohong/ omong kosong.
Dengan maraknya produksi massal, pabrik-pabrik dapat menghasilkan bahan-bahan bangunan yang sejenis atau mirip, tapi dengan kualitas berbeda.
Dengan hilangnya batas dunia, mengakibatkan hilangnya privacy.
Contoh: diterapkannya open plan, yang berarti anti privacy.
Karena penekanan perancangan pada space, maka desain menjadi polos, simpel, bidang-bidang kaca lebar. Ciri ini juga disebut nihilism yang berarti tidak ada apa-apanya kecuali geometri dan bahan. (Dengan demikian, siapa pun bisa menjadi arsitek. Tidak ada bedanya arsitek atau bukan. Kalau sudah begini, apa gunanya sekolah arsitek?)
Keseragaman bentuk yang geometris menyebabkan pemandangan yang disharmoni, tidak menyatu dengan lingkungan. Terutama di Eropa, di mana bentukan yang geometrik dianggap merusak dan memperburuk wajah lingkungan yang masih kental dengan wajah-wajah neoklasik/pramodern.
Sekitar tahun 1960, pertentangan antara kedua aliran itu (pro dan kontra 1950) terjadi lagi. Inti masalahnya adalah:
“Untuk siapa sebenarnya Arsitektur itu diciptakan?”
Maka tahun ini menjadi titik awal lahirnya Post-Modernisme yang melawan Modernisme dengan pernyataannya: Less is Bore.
Contoh: Brutalisme, aliran yang dianut oleh Paul Rudolph (salah satu proyeknya di Surabaya adalah Gedung Dharmala, tapi belum boleh dikatakan sebagai bangunan yang brutalistik).
Ada satu unsur lain di tahun 60-an yang cukup berpengaruh dalam dunia Arsitektur namun baru diakui peranannya pada tahun 1990-an, yaitu: Mass Media. (media cetak, TV, film). Media massa menjadi bagian dari Arsitektur karena Media menjadi wadah bagi kebebasan individual, alat diskusi/ pertukaran dan penyebar-luasan ide. Media massa menjadi pemicu timbulnya Pluralisme atau Kemajemukan yang menjadi bahan dasar Post-Modernisme.
Perbedaan karakter Modernisme dan Post-Modernisme:
Modernisme                  : singular, seragam, tunggal
Post-Modernisme          : plural, beraneka-ragam, bhinneka 

ARSITEKTUR POSTMODERN
Pengertian postmodern :
  • Arsitektur yang sudah melepaskan diri dari aturan-aturan modernisme. Tapi kedua-duanya masih eksis.
  • Anak dari Arsitektur Modern. Keduanya masih memiliki sifat/ karakter yang sama.
  • Koreksi terhadap kesalahan Arsitektur Modern. Jadi hal-hal yang benar dari Arsitektur Modern tetap dipakai.
  • Merupakan pengulangan periode 1890-1930.
  • Arsitektur yang menyatu-padukan Art dan Science, Craft dan Technology, Internasional dan Lokal. Mengakomodasikan kondisi-kondisi paradoksal dalam arsitektur.
  • Tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Arsitektur Modern.
Perubahan mendasar dalam sejarah dunia arsitektur adalah saat hadirnya arsitektur modern. Arsitektur sampai abad ke-19 dianggap sebagai seni bangunan. Reformasi pemikiran Arsitektur Modern ini mulai muncul pada abad ke-18, dimana yang dimaksud Arsitektur Modern bukan karya arsitektur, melainkan ide, gagasan, pikiran atau pengetahuan dasar tentang arsitektur. Pemikiran tersebut baru dapat direalisasikan pada pertengahan abad ke-19 dikarenakan pendidikan Arsitektur yang dibagi menjadi dua, sebagai kesenian dan sebagai ilmu teknik sipil, dan munculnya industri bahan bangunan.
Antara tahun 1890-1930 muncul berbagai macam pergerakan, antara lain : Art and Craft, Art Noveau, Ekspresionisme, Bauhaus, Amsterdam School, Rotterdam School, dll.  Periode tersebut merupakan puncak sekaligus titik awal dari arsitektur modern.
Pada tahun 1950-1960, terdapat 2 pihak yang berlawanan :
1.     Kelompok yang berpihak pada teknologi dan industrialisasi; tahun 1950 dikatakan sebagai titik puncak kejayaan Arsitektur Modern.
2.     Kelompok yang memuja estetik dan artistik; tahun 1950-an dilihat sebagai titik awal kemerosotan Arsitektur Modern.
Sekitar tahun 1960-an, pertentangan antara kedua pihak itu terjadi lagi dikarenakan adanya perbedaan pendapat tentang ‘untuk siapa arsitektur itu diciptakan?’. Hal tersebut yang menjadi titik awal lahirnya Post Modernisme yang melawan Modernisme dengan pernyataan: Less Is Bore. Media massa juga ikut berperan dalam memicu timbulnya pluralism yang menjadi bahan dasar post modernisme.
Perbedaan karakter Modernisme dan Post Modernisme :
      Modernisme : singular, seragam, tunggal.
      Post Modernisme : plural, beraneka ragam, bhinneka.
Sebuah Gambaran tentang Post Modern
Postmodern bisa dimengerti sebagai filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, teori. Masing-masing menggelarkan pengertian tersendiri tentang dan mengenai Postmodern, dan karena itu tidaklah mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa postmodern itu berarti `sehabis modern’ (modern sudah usai); `setelah modern’ (modern masih berlanjut tapi tidak lagi populer dan dominan); atau yang mengartikan sebagai `kelanjutan modern’ (modern masih berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian/adaptasi dengan perkembangan dan pembaruan yang terjadi di masa kini).
Di dalam dunia arsitektur, Post Modern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam Postmodern. Dalam kenyataan hasil karya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga versi/sub-langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Mengingat bahwa masing-masing pemakai dan pengikut dari sub-langgam/versi tersebut cenderung tidak peduli pada sub-langgam/versi yang lain, maka masing-masing menamakannya langgam purna-modern, langgam neo-modern dan langgam dekonstruksi.
1.       PURNA MODERN
a.       Purna Modern merupakan pengindonesiaan dari post-modern versi Charles Jencks (ingat, pengertian veris Jencks itu berbeda dari pengertian umum dari `Post Modern’ yang digunakan dalam judul catatan kuliah ini)
b.       Ditandai dengan munculnya ornamen, dekorasi dan elemen-elemen kuno (dari Pra Modern) tetapi dengan melakukan transformasi atas yang kuno tadi.
c.       Menyertakan warna dan tekstur menjadi elemen arsitektur yang penting yang ikut diproses dengan bentuk dan ruang.
d.       Tokohnya antara lain : Robert Venturi, Michael Graves, Terry Farrell.
2.       NEO MODERN
a.       Dahulu diberi nama Late Modern oleh Charles Jencks, sehingga pengertiannya tetap tidak berubah.
b.       Tidak menampilkan ornamen dan dekorasi lama tetapi menojolkan Tektonika (The Art of Construction).  Arsitekturnya dimunculkan dengan memamerkan kecanggihan yang mutakhir terutama teknologi.
c.       Sepintas tidak terlihat jauh berbeda dengan Arsitektur Modern yakni menonjolkan tampilan geometri.
d.       Menampilkan bentuk-bentuk tri-matra sebagai hasil dari teknik proyeksi dwi matra (misal, tampak sebagai proyeksi dari denah). Tetapi, juga menghadirkan bentukan yang trimatra yang murni (bukan sebagai proyeksi dari bentukan yang dwimatra).
e.       Tokohnya antara lain:  Richard Meier, Richard Rogers, Renzo Piano, Norman Foster.
f.         Tampilan dominan bentuk geometri.
g.       Tidak menonjolkan warna dan tekstur, mereka ini hanya ditampilkan sebagai aksen. Walaupun demikian, punya warna favorit yakni warna perak.
3.       DEKONSTRUKSI
a.       Geometri juga dominan dalam tampilan tapi yang digunakan adalah geometri 3-D bukan dari hasil proyeksi 2-D sehingga muncul kesan miring dan semrawut.
b.       Tokohnya antara lain: Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Frank O’Gehry.
c.       Menggunakan warna sebagai aksen dalam komposisi sedangkan tekstur kurang berperan.
Pokok-pokok pikiran yang dipakai arsitek Post Modern yang tampak dari ciri-ciri di atas berbeda dengan Modern. Di sini akan disebutkan tiga perbedaan penting dengan yang modern itu.
1.       Tidak memakai semboyan Form Follows Function
Arsitektur posmo mendefinisikan arsitektur sebagai sebuah bahasa dan oleh karena itu arsitektur tidak mewadahi melainkan mengkomunikasikan.
Apa yang dikomunikasikan?
Yang dikomunikasikan oleh ketiganya itu berbeda-beda, yaitu :
PURNA MODERN : yang dikomunikasikan adalah identitas regional, identitas kultural, atau identitas historikal. Hal-hal yang ada di masa silam itu dikomunikasikan, sehingga orang bisa mengetahui bahwa arsitektur itu hadir sebagai bagian dari perjalanan sejarah kemanusian.
NEO MODERN : mengkomunikasikan kemampuan teknologi dan bahan untuk berperan sebagai elemen artistik dan estetik yang dominan.
DEKONSTRUKSI : yang dikomunikasikan adalah
a.       Unsur-unsur yang paling mendasar, essensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.
b.       Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.
Karena pokok-pokok pikiran itu dapat pula dikatakan bahwa:
Arsitektur PURNA MODERN memiliki kepedulian yang besar kepada masa silam (The Past),
Arsitektur NEO MODERN memiliki kepedulian yang besar kepada masa ini (The Present), sedangkan
Arsitektur DEKONSTRUKSI tidak mengikatkan diri kedalam salah satu dimensi Waktu (Timelessness). Pandangan seperti ini mengakibatkan timbulnya pandangan terhadap Dekonstruksi yang berbunyi “Ini merupakan kesombongan dekonstruksi.”
2.       Fungsi ( bukan sebagai aktivitas atau apa yang dikerjakan oleh manusia terhadap arsitektur)
Yang dimaksud dengan `fungsi’ di sini bukanlah `aktivitas’, bukan pula `apa yang dikerjakan/dilakukan oleh manusia tehadap arsitektur’ (keduanya diangkat sebagai pengertian tentang `fungsi’ yang lazim digunakan dalam arsitektur modern). Dalam arsitektur posmo yang dimaksud fungsi adalah peran adan kemampuan arsitektur untuk mempengaruhi dan melayani manusia, yang disebut manusia bukan hanya pengertian manusia sebagai mahluk yang berpikir, bekerja melakukan kegiatan, tetapi manusia sebagai makhluk yang berpikir, bekerja, memiliki perasaan dan emosi, makhluk yang punya mimpi dan ambisi, memiliki nostalgia dan memori. Manusia bukan manusia sebagai makhluk biologis tetapi manusia sebagai pribadi.
Fungsi = apa yang dilakukan arsitektur, bukan apa yang dilakukan manusia; dan dengan demikian, ‘FUNGSI bukan AKTIVITAS’
Dalam posmo, perancangan dimulai dengan melakukan analisa fungsi arsitektur, yaitu :
Arsitektur mempunyai fungsi memberi perlindungan kepada manusia (baik melindungi nyawa maupun harta, mulai nyamuk sampai bom),
Arsitektur memberikan perasaan aman, nyaman, nikmat,
Arsitektur mempunyai fungsi untuk menyediakan dirinya dipakai manusia untuk berbagai keperluan,
Arsitektur berfungsi untuk menyadarkan manusia akan budayanya akan masa silamnya,
Arsitektur memberi kesempatan pada manusia untuk bermimpi dan berkhayal,
Arsitektur memberi gambaran dan kenyataan yang sejujur-jujurnya.
Berdasarkan pokok pikiran ini, maka :
Dalam PURNA MODERN yang ditonjolkan didalam fungsinya itu, adalah  fungsi-fungsi metaforik (=simbolik) dan historikal.
NEO MODERN menunjuk pada fungsi-fungsi mimpi, yang utopi (masa depan yang sedemikian indahnya sehingga tidak bisa terbayangkan).
DEKONSTRUKSI menunjuk pada kejujuran yang sejujur-jujurnya.
3.       Bentuk dan Ruang
Didalam posmo, bentuk dan ruang adalah komponen dasar yang tidak harus berhubungan satu menyebabkan yang lain (sebab akibat), keduanya menjadi 2 komponen yang mandiri, sendiri-2, merdeka, sehingga bisa dihubungkan atau tidak.
Yang jelas bentuk memang berbeda secara substansial, mendasar dari ruang.
Ciri pokok dari bentuk adalah ‘ada dan nyata/terlihat/teraba’, sedangkan ruang mempunyai ciri khas ‘ada dan tak-terlihat/tak-nyata’. Kedua ciri ini kemudian menjadi tugas arsitek untuk mewujudkannya.
Berdasarkan pokok pikiran ini, maka dalam arsitektur :
Purna Modern bentuk menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang,
Neo Modern sebaliknya bertolak belakang , menempatkan ruang sebagai unsur yang dominan, sedangkan dalam
Dekonstruksi tidak ada yang dominan, tidak ada yang tidak dominan, bentuk dan ruang memiliki kekuatan yang sama.

Sabtu, 18 Mei 2013

Arsitektur Tropis

Arsitektur tropis merupakan arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap bentuk bangunan rumah tinggal, dalam hal ini khususnya rumah tradisional. Kondisi iklim seperti temperatur udara, radiasi matahari, angin, kelembaban, serta curah hujan, mempengaruhi desain dari rumah-rumah tradisional. Masyarakat pada zaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untuk menyesuaikan kondisi iklim yang ada guna mendapatkan desain rumah yang nyaman dan aman.
Di samping itu, arsitektur rumah tradisional sebagai ungkapan bentuk rumah tinggal karya manusia adalah merupakan salah satu unsur budaya yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan suatu masyarakat, suku atau bangsa yang unsur-unsur dasarnya tetap bertahan untuk kurun waktu yang lama dan tetap sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan suatu masyarakat, suku, atau bagsa yang bersangkutan. Oleh karena itu, arsitektur tradisional, pada khususnya arsitektur rumah tradisional, akan merupakan salah satu identitas sebagai pendukung kebudayaan masyarakat, suku, atau bangsa tersebut.

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.
Kriteria Perencanaan pada Iklim Tropis Lembab
Kondisi iklim tropis lembab memerlukan syarat-syarat khusus dalam perancangan bangunan dan lingkungan binaan, mengingat ada beberapa factor- faktor spesifik yang hanya dijumpai secara khusus pada iklim tersebut, sehingga teori-teori arsitektur, komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan dan nilai-nilai estetika bangunan yang terbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah lain yang berbeda kondisi iklimnya. Menurut DR. Ir. RM. Sugiyatmo, kondisi yang berpengaruh dalam perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah, yaitu :
1. Kenyamanan Thermal
Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah mengurangi perolehan panas, memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar bangunan serta mencegah radiasi panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.
Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai tahan panas yang besar, sehingga laju aliran panas yang menembus bahan tersebut akan terhambat.Permukaan yang paling besar menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap umumnya mempunyai tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk mempercepat kapasitas panas dari bagian atas agak sulit karena akan memperberat atap. Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat diperbesar dengan beberapa cara, misalnya rongga langit-langit, penggunaan pemantul panas reflektif juga akan memperbesar tahan panas.
Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain yaitu :
1. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.
2. Melindungi dinding dengan alat peneduh. Perolehan panas dapat juga dikurangi dengan memperkecil penyerapan panas dari permukaan, terutama untuk permukaan atap.

Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang kecil sedang warna gelap adalah sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan temperatur permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara luar. Hal ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antara kedua permukaan bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar.


2. Aliran Udara Melalui Bangunan
Kegunaan dari aliran udara atau ventilasi adalah :
1. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk pernafasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.
2. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas, membantu
mendinginkan bagian dalam bangunan.
Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan temperature antara udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya digunakan lubang ventilasi tetap yang selalu terbuka. Untuk memenuhi yang kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.
3. Radiasi Panas
Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam bangunan dan dari permukaan yang lebih panas dari sekitarnya, untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat-alat peneduh (Sun Shading Device).
Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebihi 40C. hal ini sering kali terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit atau permukaan bawah dari atap.
(Beberapa jenis shading device)
Penerangan Alami pada Siang Hari
Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :
1. Cahaya matahari langsung.
2. Cahaya matahari difus
Di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya cahaya ini untuk penerangan siang hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya matahari langsung tidak dikehendaki masuk ke dalam bangunan karena akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari. Sehingga yang perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit.
Untuk bangunan berlantai banyak, makin tinggi lantai bangunan makin kuat potensi cahaya langit yang bisa dimanfaatkan. Cahaya langit yang sampai pada bidang kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen :
1. Komponen langit.
2. Komponen refleksi luar
3. Komponen refleksi dalam
Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada tingkat penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah :
1. Luas dan posisi lubang cahaya.
2. Lebar teritis
3. Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya
4. Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.
5. Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.
Untuk bangunan berlantai banyak makin tinggi makin berkurang pula kemungkinan adanya penghalang di muka lubang cahaya. Dari penelitain yang dilakukan, baik pada model bangunan dalam langit buatan, maupun pada rumah sederhana, faktor penerangan siang hari
rata-rata 20% dapat diperoleh dengan lubang cahaya 15% dari luas lantai, dengan catatan posisi lubang cahaya di dinding, pada ketinggian normal pada langit, lebar sekitar 1 meter, faktor refleksi cahaya rata-rata dari permukaan dalam ruang sekitar 50% – 60% tidak ada penghalang dimuka lubang dan kaca penutup adalah kaca bening


Desain rumah tropis bekerja menuju satu tujuan utama dasar: tinggal nyaman tanpa bergantung pada AC. Hal ini dilakukan dengan moderasi dari tiga variabel: temperatur, kelembaban dan sirkulasi udara. Victor Olgay dalam bukunya, “Desain dengan Iklim”, mengembangkan garis panduan untuk arsitektur iklim responsif dalam empat daerah iklim yang berbeda, salah satunya adalah lingkungan tropis panas lembab. Merancang sebuah rumah pasif didinginkan dimulai dengan situs dan mencakup setiap aspek dari rumah sampai ke warna.

Source:
BANGUNAN ARSITEKTUR YANG RAMAH LINGKUNGAN
MENURUT KONSEP ARSITEKTUR TROPIS
Di Susun Oleh : AHMAD NIDLOM, 2001