Arsitek Bagi Manusia

Setiap manusia adalah arsitek dari masa depannya sendiri –Sallust

Keep Moving Forward

Jangan terlalu bergantung pada orang lain. faktanya kamu lebih kuat dari apa yg kamu pikirkan, hanya kamu tidak mempercayainya

Rendah Hati

Instropeksi terhadap diri sendiri itu memang perlu, tapi tak harus menyalahkan diri sendiri,maafkanlah diri sendiri dan merubahnya untuk menjadi lebih baik

Rendah Hati, bukan Rendah Diri

Jangan jadi orang yang congkak. Pastikanlah bahwa kepala Anda tidak lebih tinggi dari topi Anda.

Kesuksesan Ada Ditangan Saya

Meter demi meter kesuksesan itu sulit, tetapi senti demi senti kesuksesan itu dapat diraih dan sangat mudah :D

Rabu, 22 Mei 2013

Tips Merancang Taman Bermain Anak-anak

Kita tentu setuju jika anak-anak membutuhkan ruang bermain. Ya, ruang bermain itu bisa berupa ruang bermain indoor atau ruang bermain outdoor. Setelah pada beberapa edisi yang lalu kita membahas ruang bermain anak indoor atau dalam ruangan, kini kita akan mengulik lebih lanjut mengenai ruang bermain anak outdoor.
Ruang bermain anak outdoor biasa kita sebut sebagai taman bermain. Ya, karena lokasinya yang berada di luar ruangan dan biasanya tak jauh dari rumah, arena bermain ini biasanya dibentuk di atas tanah pekarangan dengan macam-macam aneka permainan di dalamnya.
Mungkin, tak banyak rumah-rumah yang memiliki taman bermain anak di sekitar rumah mereka. Padahal, anak-anak pada usia tertentu sangat dianjurkan untuk bermain dan beraktifitas di luar ruangan. Dengan demikian, hal-ini dapat merangsang motorik mereka serta memungkinkan mereka bersosialisasi dengan teman-teman.
Selain itu, bermain di luar ruangan memungkinkan anak-anak untuk lebih dekat dengan alam sekitar. Maka dari itu, keberadaan taman bermain anak juga merupakan hal yang penting yang dapat menunjang tumbuh kembang anak.
Desain Taman Bermain Disekitar Rumah
Kehadiran taman bermain di rumah juga memberikan manfaat tersendiri. Contohnya, Anda tak perlu membawa anak Anda ke pusat perbelanjaan atau taman hiburan setiap kali anak Anda ingin beraktifitas di luar ruangan. Selain itu, bermain di udara terbuka seperti di taman bermain ini dapat membuat anak lebih banyak bergerak dan aktif secara fisik daripada bermain di dalam ruangan.
Dalam pembuatan taman bermain anak, tentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. Taman bermain anak haruslah menyesuaikan dengan usia anak itu sendiri. Sehingga, jenis-jenis permainan yang ada di taman bermain tersebut cukup aman untuk digunakan si anak. Selain itu, perhatikan lokasi yang akan di jadikan sebagai taman bermain, apakah cukup luas dan aman atau tidak.
Selain itu, tak lupa untuk menyiapkan budget yang cukup, terutama untuk membeli permainan-permainan seperti ayunan, rumah-rumahan, papan seluncur, jungkat-jungkit, dan masih banyak lagi.
Desain Taman Bermain Anak
Kini, Anda memahami bahwa anak Anda membutuhkan taman bermain untuk mengakomodasi keinginan mereka untuk beraktifitas di luar ruangan. Jika Anda berencana untuk merancang sebuah taman bermain yang menyenangkan bagi anak Anda, berikut langkah-langkahnya:
1. Teliti jenis-jenis permainan untuk taman bermain
Sebelum membeli permainan outdoor yang akan ditempatkan di taman bermain anak, ada baiknya Anda mencari tahu tingkat keamanan permainan tersebut serta sesuaikan dengan usia anak Anda saat ini. Anda dapat mencari referensinya di internet, namun akan lebih baik lagi jika Anda langsung mengeceknya di toko-toko yang menjual permainan tersebut. Lihatlah kualitas mainan-mainan tersebut dan bandingkan dengan harga yang ditawarkan, apakah rasional atau tidak.
Lebih baik membeli mainan yang sedikit lebih mahal namun kualitas dan tingkat keamanannya baik daripada harus menghemat budget dengan membeli permainan yang murah. Bila harga dan kualitas yang ditawarkan cukup baik, Anda bisa memilihnya.
2. Sebaiknya membeli jenis permainan satu demi satu
Karena Anda ingin membuat anak Anda senang dengan membangun sebuah taman bermain untuknya, bukan berarti Anda menjadi di luar kontrol dan membeli banyak jenis alat-alat permainan yang justru membuat taman bermain anak Anda menjadi terlihat sempit. Cukup beli permainan tersebut secukupnya serta sesuaikan dengan lebar taman bermaian anak itu sendiri.
3. Buat perkiraan untuk area yang akan Anda gunakan sebagai taman bermain
Ukur dan tentukan lokasi taman bermain. Pertimbangkan pula apakah taman ini akan ditempatkan di samping atau belakang rumah. Perhatikan juga lokasinya, lokasi haruslah aman dan dan mudah dipantau oleh orang yang berada d dalam rumah. Bila ada objek lain di sekitar area tersebut misalnya pohon atau kolam ikan, masukan objek tersebut di dalam sketsa rancangan taman bermain Anda.
Beberapa Jenis Permainan yang Ada Ditaman Bermain Untuk Anak
4. Letakkan permainan-permainan di posisi yang telah ditentukan
Setelah sketsa rancangan taman bermain anak telah selesai, tempatkan permainan-permainan sesuai posisinya. Letakkan permainan satu demi satu. Perhatikan letak permainan satu dengan yang lain. Pastikan antar jenis permainan tidak saling berdekatan. Beri jarak beberapa meter untuk menghindari gesekan antar permainan.
5. Tancapkan wahana permainan tersebut ke dalam tanah
Untuk memastikan bahwa wahana permainan tersebut aman ketika digunakan, ada baiknya permainan tersebut dipasang menancap kokoh ke tanah. Bila tidak, maka kemungkinan wahana permainan tersebut akan mudah roboh, terutama di kala angin dan hujan lebat. Maka dari itu, bersihkan rumput dan lumut di sekitar permainan tersebut untuk mempermudah Anda dalam menancapkan tiang-tiangnya.

6. Pasang setiap jenis permainan sesuai instruksi
Karena kebanyakan wahana bermain bertipe bongkar pasang, maka sebelum dapat digunakan, wahana permainan tersebut harus dipasang dengan mengikuti petunjuk yang telah disediakan. Hati-hatilah ketika memasang karena kebanyakan permaianan tersebut terbuat dari besi. Pastikan antar penghubung besi-besi tersebut telah dikaitkan cukup kuat agar anak Anda aman ketika memainkan wahana permainan tersebut.

source : architectaria.com

Tips Membuat Gazebo Taman - Desain Gazebo Minimalis

Tips Membuat Gazebo Taman – Desain Gazebo Minimalis. Salah satu alternatif terbaik untuk membuat tempat bersantai Anda sekeluarga yaitu membuat sebuah gazebo. Dengan adanya gazebo di rumah, Anda sekeluarga bisa menikmati suasana santai yang nyaman, tanpa harus berada jauh dari rumah.
Untuk menciptakannya, Anda dapat membuat Gazebo bambu minimalis yang bisa Anda letakkan di depan, belakang, atau samping rumah.Tidak hanya di siang hari, malam hari pun Anda bisa menikmati waktu di gazebo bambu tersebut. Letakkan lampu di tiang, plafon, atau lantai gazebo untuk memberikan kesan yang lebih menawan.Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mendesain atau membuat gazebo mainimalis sebagai tempat untuk menghabiskan waktu bersantai Anda sekeluarga.

  1. Menentukan Letak Gazebo
    Gazebo dapat terletak di depan, belakang dan/atau disamping rumah atau bisa juga Anda letakkan gazebo di pinggir taman maupun di tengan taman. Kebanyakan, gazebo diletakkan di tengah taman karena akan membuat pemiliknya merasakan suasana taman dengan lebih utuh. Yang patut diperhatikan adalah agar gazebo tidak dibangun dibawah pohon besar atau pohon buah. Alasannya, pohon yang besar atau rimbun dapat menutupi gazebo sehingga matahari terhalang dan dapat menyebabkan atap gazebo berlumut.
    Selain itu, pada pohon besar sering terdapat binatang pengganggu seperti ulat yang akan mengganggu kenyamanan saat berada di gazebo. Pohon buah dapat merusak gazebo karena buah yang jatuh menimpanya.

  2. Menentukan Luas Gazebo
    Ukuran ideal untuk bangunan gazebo adalah minimal 2 mter x 2 meter. Mengingat gazebo akan menjadi tempat untuk berkumpul, maka dibuatkan ruangan yang cukup luas agar mereka yang ada di gazebo dapat menikmati keleluasaan tanpa harus kekurangan tempat untuk beraktifitas.
  3. Bandingkan Ukuran Gazebo dengan Taman
    Mengingat luas gazebo yang harus dipenuhi untuk kenyamanan, maka gazebo tidak cocok pada taman yang kecil. Jika Anda memiliki taman yang cukup luas, sebaiknya juga tidak membuat gazebo yang terlalu besar agar perbandingan dengan taman seimbang dan tidak membuat taman terlihat terlalu penuh. Perbandingan yang pas untuk gazebo adalah 1/5 dari luas taman. Dengan demikian, keindahan taman dapat lebih terekspos dan dapat dinikmati dari dalam gazebo.

  4. Elemen Pendukung
    Agar gazebo terlihat lebih indah dan memperkuat keindahan taman secara keseluruhan, Anda dapat menambahkan beberapa elemen pendukung. Misalnya dengan membuat jalan setapak menuju gazebo, menambahkan lampu sorot di dekat gazebo, maupun dengan menambahkan beberapa tanaman hias atau bunga di sekitar gazebo. Dengan demikian, keindahan taman dapat lebih terlihat.
  5. Gunakan Perabot Gazebo yang Tepat
    Untuk menambah kenyamanannya, gazebo biasa dilengkapi dengan furniture pendukung seperti meja, lemari penyimpanan, lampu, kursi dan lainnya. Letak gazebo yang berada di ruangan terbuka dan dengan sisi terbuka, mengjadikan bangunan gazebo dan perabot yang ada di dalamnya harus menghadapi teriknya matahari, guyuran air hujan, udara dingan dan berbagai macam cuaca lainnya. Oleh karenanya, agar tetap awet, perabot yang ada di gazebo sebaiknya dipilih perabot yang tahan terhadap cuaca.
Gazebo tidak hanya akan menjadi pemanis sebuah taman. Lebih dari itu, fungsinya rumah memiliki taman yang lebih nyaman dan seluruh penghuni rumah dapat merasakan keakraban dengan seluruh anggota keluarga lainnya.
Maka dari itu, menghadirkan gazebo di rumah hunian adalah ide terbaik yang dapat Anda lakukan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

sourch : duniabaca.com

Sejarah dan Topografi Kampung Naga di Tasikmalaya


 Jangan berfikir anda akan menemukan seekor naga di kampung ini, karena Kampung Naga adalah sebuah perkampungan yang terletak di jalan poros kota Tasikmalaya dan Bandung melalui Garut. Walaupun letaknya hampir mendekati kota, namun penduduk Kampung Naga memegang teguh dan selalu menjaga adat yang ada di Kampung Naga. Rumah serta bangunan-bangunan lain yang terdapat di Kampung Naga masih sangat tradisional, yakni atap rumah masih menggunakan daun rumbia atau ijuk, untuk dinding-dinding atau bagian bangunan yang lain menggunakan anyaman bambu atau bilik. Untuk berkunjung ke tempat ini apabila anda dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya anda harus menuruni tangga menuju ke tepi sungai Ciwulan. Kemudian menuju jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai masuk ke dalam perkampungan Kampung Naga

SEJARAH
Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal-usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.
Adapun beberapa versi sejarah yang diceritakan oleh beberapa sumber diantaranya, pada masa kewalian Syeh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang abdinya yang bernama Singaparana ditugasi untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasari yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Di tempat tersebut, Singaparana oleh masyarakat Kampung Naga disebut Sembah Dalem Singaparana. Suatu hari ia mendapat ilapat atau petunjuk harus bersemedi. Dalam persemediannya Singaparana mendapat petunjuk, bahwa ia harus mendiami satu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga. Namun masyarakat kampung Naga sendiri tidak meyakini kebenaran versi sejarah tersebut, sebab karena adanya "pareumeun obor" tadi.



LOKASI DAN TOPOGRAFI
Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.
Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
sourc : id.wikipedia.org dan www.tripadvisor.co.id

Selasa, 21 Mei 2013

Sejarah Istana Bogor

Berawal dari keinginan orang - orang Belanda yang bekerja di Batavia ( kini Jakarta ) untuk mencari tempat peristirahatan. Karena mereka beranggapan bahwa kota Batavia terlalu panas dan ramai, sehingga mereka perlu mencari tempat - tempat yang berhawa sejuk di luar kota Batavia.
Gubernur Jendral Belanda bernama G.W. Baron van Imhoff, ikut melakukan pencarian itu dan berhasil menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di sebuah kampung yang bernama Kampong Baroe, pada tanggal 10 Agustus 1744.
Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1745 Gubernur Jendral van Imhoff ( 1745 - 1750 ) memerintahkan pembangunan atas tempat pilihannya itu sebuah pesanggrahan yang diberi nama Buitenzorg, ( artinya bebas masalah / kesulitan ). Dia sendiri yang membuat sketsa bangunannya dengan mencontoh arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Proses pembangunan gedung itu dilanjutkan oleh Gubernur Jendral yang memerintah selanjutnya yaitu Gubernur Jendral Jacob Mossel yang masa dinasnya 1750 - 1761
Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan ini sempat mengalami rusak berat sebagai akibat serangan rakyat Banten yang anti Kompeni, di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang, yang disebut Perang Banten 1750 - 1754.
Pada masa Gubernur Jendral Willem Daendels ( 1808 - 1811 ), pesanggrahan tersebut diperluas dengan memberikan penambahan baik ke sebelah kiri gedung maupun sebelah kanannya. Gedung induknya dijadikan dua tingkat. Halamannya yang luas juga dipercantik dengan mendatangkan enam pasang rusa tutul dari perbatasan India dan Nepal.
Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jendal Baron van der Capellen ( 1817 - 1826 ), dilakukan perubahan besar - besaran. Sebuah menara di tengah - tengah gedung induk didirikan sehingga istana semakin megah, Sedangkan lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 Mei 1817.
Gedung ini kembali mengalami kerusakan berat, ketika terjadi gempa bumi yang pada tanggal 10 oktober 1834.
Pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Albertus Yacob Duijmayer van Twist ( 1851 - 1856 ), bangunan lama sisa gempa dirubuhkan sama sekali. Kemudian dengan mengambil arsitektur eropa Abad IX, bangunan baru satu tingkat didirikan. Perubahan lainnya adalah dengan menambah dua buah jembatan penghubung Gedung Induk dan Gedung Sayap Kanan serta Sayap Kiri yang dibuat dari kayu berbentuk lengkung. Bangunan istana baru terwujud secara utuh pada masa kekuasaan Gubernur Jendral Charles Ferdinand Pahud de Montager ( 1856 - 1861 ). Dan pada pemerintahan, selanjutnya tepatnya tahun 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jendral Belanda.
Akhir perang dunia II, Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, kemudian Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Barisan Keamanan Rakyat ( BKR ) sempat menduduki Istana Buitenzorg untuk mengibarkan bendera merah putih. Istana Buitenzourg yang namanya kini menjadi Istana Kepresidenan Bogor diserahkan kembali kepada pemerintah republik ini pada akhir tahun 1949. Setelah masa kemerdekaan , Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia pada bulan Januari 1950.



Kepustakaan dan Benda Seni
Istana Kepresidenan Bogor mempunyai koleksi buku sebanyak 3.205 buah yang daftarnya tersedia di kepustakaan istana. Istana ini menyimpan banyak benda seni, baik yang berupa lukisan, patung, serta keramik dan benda seni lainnya. Hingga kini lukisan yang terdapat di istana ini adalah 448 buah, dimana judul/nama lukisan itu, pelukisnya, tahun dilukisnya, tersedia dalam bentuk daftar sehingga memudahkan siapa saja yang ingin memperoleh informasi tentang lukisan tersebut. Begitu pula halnya dengan patung dengan aneka bahan bakunya. Di istana ini terdapat patung sebanyak 216 buah.
Di samping lukisan dan patung, Istana Bogor juga mengoleksi keramik sebanyak 196 buah. Semua itu tersimpan di museum istana, di samping yang dipakai sebagai pemajang di setiap ruang/bangunan istana.
(Istana Kepresidenan RI, Sekretariat Presiden RI,2004)

Lima Inspirasi "Entrance" Rumah Penuh Gaya

Banyak ide inspiratif dilakukan penghuni rumah untuk menyambut kunjungan kerabat dan rekan-rekannya. Tak cukup di ruang tamu, bahkan cara menarik perhatian mereka sudah dimulai sejak di pintu dan jalan masuk ke ruang tamu.
Anda sudah punya ide untuk melakukan hal itu? Simak lima desain inspiratif dari lima desainer berbeda ini 

It's an eye-catching entrance
Berani memainkan garis tebal dan menghadirkannya sebagai sebuah inspirasi menarik dari desainer interior Linda Woodrum. Permainan motif garis tebal pada dinding dan kain ini menjadi kontras yang unik dipadukan dengan perabotan tradisional sehingga mampu menangkap kesan yang mengejutkan pada pandangan pertama.
It's a classic time
Hadirnya kayu sarangan atau Castanea (argentea) karya desainer interior Greta Gossini ini mampu menyajikan suasana hangat di rumah Anda. Selain itu, tampak pula nuansa kemegahan tersendiri saat Anda berjalan di antara jalan masuk ke ruang utama atau menuju ruang tamu. Sebagai focal point, Greta menggantungkan sebuah pajangan patung tembaga di dinding kanan jalan masuk tersebut.
It's just for fun
Sebuah lemari buku built in dan tangga di sini menjadi sebuah bagian yang harus dijaga betul oleh penghuni rumah. Karena kedua focal point yang didesain oleh Nicole Sassamanini mampu memecahkan masalah kebekuan ruang akibat atap rumah yang tinggi.
Are you a world traveler?
Sederhana dalam khasanah tradisional, pengunjung akan langsung disambut dengan pintu kayu bergaya Bali. Furnitur antik dan eksotik dengan dekorasi yang pas desainer Christopher J Grubb di jalan masuk ini akan menuntun siapa pun ke ruang utama dengan penuh rasa takjub. Konon, nuansa tradisional ini cocok untuk menyambut tamu-tamu Anda yang senang melakukan petualangan keliling dunia!
Sit here!
Berbekal latar berupa wallpaper hasil reproduksi, desainer interior Erinn Valencich menghadirkan dekorasi panel kaca dan bantal-bantal aneka warna untuk menarik perhatian siapapun yang melalui jalan masuk ini agar duduk sejenak menikmati suasana.

(Permainan motif garis tebal pada dinding dan kain ini menjadi kontras yang unik dipadukan dengan perabotan tradisional sehingga mampu menangkap kesan mengejutkan pada pandangan pertama.)


 (Hadirnya kayu sarangan atau Castanea (argentea) karya desainer interior Greta Gossini ini mampu menyajikan suasana hangat di rumah Anda. )

(Sederhana dalam khasanah tradisional, pengunjung akan langsung disambut dengan pintu kayu bergaya Bali)

(Sebuah lemari buku built in dan tangga di sini menjadi sebuah bagian yang harus dijaga betul oleh penghuni rumah)


Ide Partisi Rumah yang Unik

Berikut ini adalah ide partisi rumah unik selain dinding. Dinding rumah merupakan partisi yang sudah umum digunakan. Penggunaan dinding dinilai mampu melahirkan privasi yang lebih di dalam ruangan, serta menciptakan suatu keindahan tersendiri di dalamnya.
Apabila Anda ingin mendapatkan suasana yang berbeda, cobalah untuk menggunakan partisi selain dinding. Ada banyak benda menarik yang bisa dijadikan partisi di sini, misalnya gorden, rak buku, dan papan tulis. Jika Anda ingin menggunakan ketiga benda ini sebagai partisi rumah yang unik, silahkan mencoba tips berikut ini:

1. Gorden

Gorden merupakan penyekat ruangan yang fleksibel. Menggunakan gorden sebagai pintu memang sudah biasa, tapi bagaimana jika gorden digunakan untuk menggantikan fungsi dinding? Tips menggunakan gorden sebagai partisi rumah modern adalah melalui corak, warna, dan elemen yang menyertainya. Anda bisa menggunakan gorden dengan corak garis-garis agar menampilkan kesan modern. Sementara untuk warna bisa disesuaikan dengan desain ruangan. Untuk pemilihan elemen yang melengkapinya seperti rel gorden, bisa menggunakan bahan-bahan yang bergaya modern.

2. Papan tulis
Merubah salah satu dinding rumah menjadi papan tulis merupakan ide yang bagus. Apalagi jika Anda menginginkan suasana yang unik di dalamnya. Untuk merubah dinding menjadi papan tulis, Anda bisa menggunakan cat khusus papan tulis. Agar tampil sempurna, Anda bisa menghiasinya dengan coretan tertentu atau menggunakannya sebagai papan pengingat di dalam rumah.

3. Rak buku

Selain gorden dan papan tulis, Anda bisa menggunakan rak buku sebagai partisi rumah. Penggunaan rak buku akan menambah nilai estetika di antara ruangan. Gunakan rak buku yang tidak tidak dilengkapi dengan penutup di belakangnya. Sehingga ada beberapa belah yang tersisa di antaranya

sourch : arafuru.com

Sasono Mulyo , Salah Satu Ndalem Dikeraton Surakarta yang Sering Digunakan untuk Pertunjukan Wayang Kulit


NAMA
Sasana Mulya atau Sasana Moelja menurut ejaan lama yang terdapat di regol sebelah kanan.
ALAMAT
Kecamatan Baluwarti, Surakarta
Terletak di dalam wilayah Kraton Surakarta, sebelah barat Pintu Gapit, sebelah utara Bangsal Kemandungan
 
FUNGSI BANGUNAN
Sebelum Tragedi 1965
Merupakan kediaman resmi putra mahkota Kasunanan Surakarta. Kompleks Sasono Mulyo terdiri atas bangunan induk yang ditinggali oleh putera mahkota dan bangunan tambahan di sepanjang sisi timurnya yang merupakan tempat para abdi dalem (pelayan) yang mengurus kebutuhan sehari-hari putera mahkota. Di bagian depan bangunan induk terdapat pendopo (serambi) berukuran kurang lebih 37,5x25 meter persegi.
 
 
Saat Tragedi 1965
Sejak 1 Desember 1965 sampai 30 Mei 1967, Sasono Mulyo menjadi kamp penampungan para tapol laki-laki. Penguasa militer menempatkan para tapol di dalam maupun di pendopo bangunan induk. Penguasa militer membangun sekat-sekat di ruangan pendopo menggunakan gedeg (dinding dari anyaman bambu). Untuk pengamanan, jalur keluar-masuk kamp dipagari kawat berduri. Sejak awal 1967 tapol di Kamp Sasana Mulya dipindahkan secara bergelombang ke tempat-tempat penahanan lain.
 
Sekarang
Sasono Mulyo kabarnya sering disewakan sebagai tempat menyelenggarakan hajatan, seperti acara perkawinan.
 

 
PENGUASA TEMPAT PENAHANAN
Penguasa (Penjaga) Kamp Sasono Mulyo adalah pihak militer. Penguasa kamp pada awalnya adalah pasukan Siaga dari Brigif IV yang bermarkas di Tegal yang setiap minggu bergantian jaga dengan pasukan AURI dari Panasan, dibantu oleh Mahasura (Resimen Mahasiswa Surakarta – terdiri atas dua batalyon yang umumnya terdiri atas anggota-anggota HMI). Namun pada 20 Februari 1967 terjadi pergantian dari tentara Siaga kepada Kodim dan CPM Surakarta. Pasukan Siaga sendiri diperintahkan untuk melancarkan operasi pembersihan teritorial ke kampung-kampung; untuk membersihkan dari unsur kiri.
 
Militer juga sempat mempekerjakan narapidana criminal untuk mengurus kunjungan keluarga untuk tapol, termasuk mengatur penerimaan dan pemberian kiriman makanan dan barang-barang kebutuhan hidup lain dari keluarga tapol. Namun karena tapol melakukan protes akibat kiriman keluarga yang sering tidak sampai atau sudah dikurangi isinya, dan juga karena para narapidana criminal yang diperbantukan mengambil kesempatan untuk melarikan diri, maka urusan tersebut kemudian diserahkan kepada para tapol sendiri. Pihak penguasa kamp juga melibatkan para tapol sebagai pengurus kamp (mengurus administrasi, kunjungan keluarga, penerimaan dan pemberian kiriman).
 
 
TAPOL
Seluruh tapol yang ditahan di Kamp Sasono Mulyo adalah laki-laki yang mungkin dipandang penguasa militer sebagai bukan tokoh organisasi ‘Kiri’. Pada 9 Maret 1966, berdasarkan catatan tata usaha kamp, jumlah tapol yang ditahan di tempat itu adalah 1.931 orang. Mereka dibagi dalam 33 kelompok.
 
PENYIKSAAN DI DALAM TAHANAN
1. Tapol Sasana Mulya seringkali di-bon untuk diinterogasi dan disiksa di tempat lain, misalnya di Balaikota.
 
2. Penghilangan paksa:
a.    Penghilangan paksa terhadap 71 tapol atau yang dikenal dengan Peristiwa 71. Pada Maret 1966, 71 tapol dari Kamp Sasana Mulya, termasuk Purwadi (guru) dan ayahnya, Hadi Kartono, L. Suparman, Sukarman, Nurman, Sampir, dan Suparin (dua yang terakhir sempat menjadi ketua kamp) di-bon dan tidak pernah kembali. Mereka diperintahkan untuk membawa seluruh barang-barangnya kemudian dibawa pergi dengan truk ‘piket’ (penguasa militer mewajibkan para pengusaha di Solo untuk meminjamkan kendaraannya untuk kebutuhan militer secara bergilir) swasta bertutup (seperti tenda). Menurut keterangan penguasa kamp, tapol-tapol tersebut dipindahkan ke tempat lain karena menderita penyakit menular. Akan tetapi banyak diantara mereka yang menurut sesame tapol Sasono Mulyo sama sekali sehat. Beberapa waktu kemudian, ketua Teperca Surakarta, Letda Agus dari Detasemen Pomad Surakarta, mengumumkan secara resmi bahwa ke-71 tapol tersebut diambil karena dibutuhkan pemerintah. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang hal itu.
b.    Penghilangan paksa terhadap Atmomuhardjo, tukang penatu, dan Tjiptorahardjo, pegawai koperasi kelurahan.
 
3. Kerja paksa:
a.  Sekitar 200 tapol (4 truk) dari Sasono Mulya dan LP Surakarta dipekerjakan paksa untuk memperbaiki tanggul Bengawan Solo yang jebol selama 2-3 minggu. Mereka dibagi dalam empat regu kerja yang dipimpin oleh militer bekerja secara bergiliran untuk mengambil dan mengangkut tanah sejauh 8 km untuk menambal Setiap berangkat ke lokasi kerja tapol yang hanya bercawat harus berlari-lari sambil bernyanyi "Ajun Kampret". Para tapol yang dipekerjakan paksa tidak diberi makan. Makan mereka tetap ditanggung keluarga.
b. Selain 200 tapol ini, sejumlah tapol lain diperintahkan membersihkan pasar-pasar, gedung-gedung instansi pemerintah maupun militer.
c.  Ada tapol yang di-bon untuk dipekerjakan paksa sebagai pelayan Teperca/Timperban
 
4. Fasilitas hidup di bawah standar minimum:
a.  Jatah makanan semula nasi bungkus yang diberikan dua kali sehari. Tapi kemudian menu berubah menjadi bulgur. Oleh karena itu tapol terpaksa mengandalkan kiriman makanan dari rumah. Namun kadang kala kiriman makanan tidak sampai ke tangan para tapol. Oleh karena itu, para tapol mendesak penguasa kamp agar mereka boleh mengurus sendiri penerimaan dan pemberian kiriman dari keluarga. Permintaan ini diluluskan oleh penguasa kamp.
b. Luas kamp tidak sebanding dengan jumlah tahanan sehingga mereka harus tidur berdesak-desakan. Jika hujan deras, bangunan Sasono Mulyo yang tidak terawat itu selalu bocor. Akibatnya banyak tapol yang jatuh sakit.
c.  Penguasa kamp tidak menyediakan alas tidur bagi para tapol. Oleh karena itu mereka terpaksa menggunakan koran, plastik, atau daun bekas pembungkus makanan agar tidak langsung bersentuhan dengan lantai ubin.
d. Mungkin hingga sekitar Januari 1966, penguasa Kamp Sasana Mulya masih mengupayakan obat-obatan bagi tapol yang sakit bahkan mengirimkan mereka yang sakit parah ke rumah sakit. Namun setelah itu, para tapol yang sakit dibiarkan begitu saja tanpa layanan kesehatan sama sekali.
e.  Tapol hanya boleh dikunjungi keluarga selama tujuh menit setiap kali pertemuan di bawah pengawasan penguasa kamp.
 
 
(sasono mulyo dari sebelah timur)

 (tumpang sari di pendapa sasono mulyo)

 (pringgitan sasono mulyo, berfungsi menjadi penghubung antara pendopo dengan ndalem omah)


 
Sumber
Erlijna, Th. J. “Jurnal Lokakarya Pemetaan Kekerasan dalam Tragedi 1965 di Solo, 20-26 Juni 2006”. Juni 2006
Lingkar Tutur Perempuan. “Kronik Tragedi 1965 di Solo”. Oktober 2006
Pakorba Solo. “Kronik Tragedi 1965 di Solo”. Agustus 2006
Setiawan, Hersri. Kidung untuk Korban (Yogyakarta: Pustaka Pelajar kerja sama dengan Pakorba-Solo dan YSIK, Juli 2006)